Author Archive

 

Hari ini, di hari ketika kefitrian dan kesucian sebagaimana yang dijanjikan oleh Allah bagi mereka yang telah menyelesaikan ibadah puasa dengan baik, saya Izhar Assyuri beserta Keluarga memohon maaf yang setulus-tulusnya apabila terdapat kesalahan, kekhilafan, dan kealpaan. Semoga selepas puasa ini, kita senantiasa berada di jalan Allah dalam melaksanakan keseharian kita dan hablumminannaas kita selanjutnya

Demikianlah bunyi short message service yang saya kirim via ponsel ke sebanyak-banyaknya teman yang terekam namanya di dalam tiga nomer ponsel saya. Beberapa kawan lama, terutama yang—seingat saya—sama-sama di asosiasi konsultan tapi berdomisili di luar Kalbar tidak luput dari ‘incaran’ kiriman SMS hari raya.

Ketika, hari raya memasuki hari ketiga, suatu malam ponsel saya membunyikan tanda masuk pesan, bunyinya begini 

Terima kasih, pak, untuk ucapan hari rayanya. Mohon maaf, bapak siapa, ya?

Nah! Karena saya yakin ybs. memang rekan seasosiasi, saya cuma balas dengan sebuah pesan singkat :

Ini Izhar, pak. Dari Kalbar.

Tak lama berselang, kurang lebih setengah jam, masuk lagi pesan masih dari nomer yang sam, yang akhirnya membuat saya kaget :

Terima kasih, pak. Perlu saya sampaikan bahwa suami saya telah meninggal satusetengah tahun yang telah lalu. Saya istrinya, pak.

Saya merasa amat bersalah, dan akhirnya saya memutuskan untuk menelepon, dan jalannya pembicaraan sebagai berikut :

Assalamualaikum, bu….. Mohon maaf, apakah benar ini teleponnya pak ****** yang berada di Makassar?

Benar ini HP-nya pak *****, tapi bukan di Makassar, di Pontianak

Wah, kalau begitu saya minta maaf benar, bu. Saya tidak bermaksud mengingatkan kembali ibu pada almarhum suami ibu. Saya memang tidak mengecek lagi, hanya dengan mengingat-ingat saja saya kira ini memang telepon teman yang berada di Makasar

Ndak apa-apa, pak. Saya maklum. Tapi, kalau boleh tau ini dari namanya kira-kira mungkin ini anaknya ibu Yohana yang di Kotabaru. Benar, pak?

Wah, benar, bu. Ini siapa sebetulnya?

Saya tetangganya keluarga ibu Yohana yang tinggal di Jalan Meranti. Saya kakaknya Yuniardi, temannya juga ‘kan……?

Benar, bu. Subhanallah, ternyata dunia ini kecil, ya, bu. Cuma karena salah sms saja, ternyata kita masih saling mengenal. Tapi, saya masih penasaran, saya merekam nomer almarhum itu dari mana dan dalam kaitan apa?

Mungkin tanya saja Yuniardi, kebetulan suami ‘kan dulu tugasnya di Bappeda propinsi……..

Akhirnya, pembicaraan selanjutnya lebih familiar, karena memang saya sendiri ternyata amat mengenal adik istri almarhum tadi yang merupakan teman sekolah waktu SMA dulu, dan memang tempat tinggalnya bersebelahan dengan sanak keluarga dari orangtua saya. Dari telepon yang salah kirim tadi, ternyata menyambungkan lagi hubungan silaturrahmi yang sudah lama tidak terbangun baik antara istri almarhum dengan ibu saya—-saling menitipkan salam—dan juga antara saya dengan teman lama, yang ternyata sudah berganti nomer handphone, dan saya masih merekam nomer lamanya……

Mungkin ini hikmah lain dari Idul Fitri tahun ini. 

 

Comments 1 Comment »

Tigapuluh, purna ‘lah Ramadhan,

Purna ‘lah sebuah perjalanan ibadah, dan spiritualitas

Perjalanan memutar mundur arah waktu, dari

Kertas yang kumal, penuh tulisan, coretan, gambar-gambar

bahkan sobek dan bolong tersundut api rokok,

Kembali menjadi sehelai kertas putih bersih. Dari

perjalanan keseharian yang penuh warna dusta, kemunafikan,

amarah, hasad dan iri dengki, serta dendam kesumat,

Kembali menjadi tubuh dengan hati yang suci, ikhlas, dan tawaddu’

Dari, sebuah kecompangcampingan ibadah,

kemoratmaritan ukhuwah,

kekocarkaciran analisa dan cara berfikir,

Kembali menjadi Insan Muttaqin,

Bersolidaritas tinggi, serta Manusia cerdas berintelektualitas.

“Selamat tinggal Ramadhan……..”

Ramadhan, jemput aku

untuk beriringan berjalan di tahun depan!

Comments 4 Comments »

Rinduku padamu, Kucari-cari di setiap jengkal

sisa waktu di akhir Sya’ban,

Rinduku padamu, kuletup-letupkan di setiap detak waktu

antara tarwih awal sampai kepada sahur awal,

Rinduku padamu, kukais-kaiskan pada sisa-sisa umur

entahlah, sampaikah di ramadhan depan……

Rinduku, padamu.

Comments 5 Comments »

Baiturrahman2
Suatu saat ponselku berbunyi, sebuah pesan masuk mengabarkan bahwa seseorang meminta izin untuk meng-added alamat emailku di Yahoo Messanger!nya. Karena, sudah biasa seperti itu, tidak terlalu aku beri perhatian, langsung saja aku ketik "y" untuk mengiyakan. Sekitar seminggu setelah itu, dan akupun sudah lupa dengan itu, ketika sedang ngobrol di YM, tiba-tiba sebuah jendela pesan terbuka, dan menyapa "Assalamualaikum, Selamat siang Bapak……."

Namanya Nur Hadisah. Seorang gadis Aceh. Dia sedang blogwalking ketika menemukan sepotong alamat emailku di Link PAN KALBAR. Dan, seterusnya cerita pun mengalir deras. Ternyata dia pun memilih PAN sebagai garis politiknya (pilihan akhir setelah dilamar oleh satu partai islam lainnya, dan dua partai lokal Aceh).Saat ini dia bekerja disebuah Non Government Organization ( NGO ) yang bergerak di progam "Save the Children", sebagai operator database gudang. Banyaklah cerita yang diobrolkannya tentang Aceh, negeri bermartabat Islam di tanah air, yang pernah kusut masai dilanda tsunami, dan kini bangkit meretas masa depannya lagi, juga tentang rencananya maju sebagai calon lesgislatif di dapil Aceh III Aceh Barat Daya ( ABDYA ).

Aku yakin, dia juga gadis Aceh yang kuat. Sebagaimana kuatnya Mesjid Baiturrahman ( sebagaimana foto yang dikirimnya via YM di atas ) yang berdiri tegak ketika Tsunami melanda. Maju terus, Hadis……

Comments 5 Comments »