Tigapuluh, purna ‘lah Ramadhan,
Purna ‘lah sebuah perjalanan ibadah, dan spiritualitas
Perjalanan memutar mundur arah waktu, dari
Kertas yang kumal, penuh tulisan, coretan, gambar-gambar
bahkan sobek dan bolong tersundut api rokok,
Kembali menjadi sehelai kertas putih bersih. Dari
perjalanan keseharian yang penuh warna dusta, kemunafikan,
amarah, hasad dan iri dengki, serta dendam kesumat,
Kembali menjadi tubuh dengan hati yang suci, ikhlas, dan tawaddu’
Dari, sebuah kecompangcampingan ibadah,
kemoratmaritan ukhuwah,
kekocarkaciran analisa dan cara berfikir,
Kembali menjadi Insan Muttaqin,
Bersolidaritas tinggi, serta Manusia cerdas berintelektualitas.
“Selamat tinggal Ramadhan……..”
Ramadhan, jemput aku
untuk beriringan berjalan di tahun depan!
Entries (RSS)